Senin, 09 Maret 2020

Geliat Pariwisata di Kabupaten Musi Rawas “Gebernur Sumatera Selatan Ir. H. Alex Noerdin Dukung Pariwisata Musi Rawas”


Musi Rawas adalah salah satu kabupaten bagian paling barat di Provinsi Sumatera Selatan, Luas wilayah Kabupaten ini 1.236.582.66 H, dengan sumber daya alamnya 75 Persen, selain kekayaan alam yang banyak kabupaten ini juga memiliki 20 potensi pariwisata yang dapat dibanggakan antara lain seperti Danau Raya, Gua Napilicin, Danau Gegas, Danau Sukahati, Curug Menai, Pancuran Air Panas, Bukit Botak, Bendungan Barata, Bendungan Tingkip dan Wisata Arum Jeram di sungai rawas.
Upaya pemerintah dalam mengali serta mengembangkan pariwisata di kabupaten musi rawas sangat serius, hal ini dapat dilihat dari promosi kebudayaan daerah yang dilakukan oleh dinas pariwisata keluar daerah serta pemebenahan infrastruktur-infrastruktur yang mengarah kelokasi pariwisata serta di bangun beberapa pasilitas penunjang objek wisata.
Dari seluruh potensi wisata yang ada salah satunya potensi tersebut namanya telah mendunia yakni Goa Napalicin di kecamatan Ulu Rawas, dimana sebagaian wilayahnya masih alami dan berdekatan dengan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Lokasi wisata Goa Napalicin sangatlah strategi selain itu juga lokasinya muda di tempuh.
Objek wisata di kabupaten musi rawas bagaikan dua sisi mata uang yakni berdekatan dengan kota lubuklinggau serta bersebelahan dengan Provensi Bengkulu dan sebelah utara berbatasan dengan provensi jambi serta sebelah selatan kabupaten ini berdekatan dengan kabupaten Empat Lawang.
Dilihat dari keadaan wilayah, kabuapten Musi Rawas yang sangat strategis, maka sector pariwisata yang digiatakan oleh Bupati H riduan Mukti akan muda di kenal dan didatangi oleh oleh masyarakat Musi Rawas sendiri maupun wisatawan luat daerah (lokal), apabila ada dukungan dari pemerintah Tingkat satu “Provinsi Sumatera selatan” juga ada investor-invistor yang mau menanamkan modalnya di sektor Pariwisata maka Objek Wisata di Musi Rawas dapat dikenal para wisatawan Manca Negara, kalau wisatawan manca negara bayak datang kekabupaten musi rawas maka banyak devisa untuk Negara, “Jelas Riduan.

Dilanjutkannya, potensi wisata daerah ini dapat menjadi penggerak dan pertumbuhan perekonomian daerah, serta memberi peluang kesempatan berusaha bagi masyarakat. “Objek Wisata yang ada selain menjadi Pendapatan Asli Daerah dan dapat mengurangi pengangguran, Kata Bupati.”

Keseriusan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas dalam mengembangkan sektor pariwisata, langsung mendapat tangapan serta dukungan dari gubernur sumatera selatan Ir H Alex Noerdin, hal ini dapat dilihat dari kunjungan kerja gubernur sumatera selatan kekabupaten ini, hanya untuk melihat potensi Goa Napalicin.

Terkait dengan potensi Goa Napalicin tersebut gebernur berjanji, pihak provinsi sumatera selatan akan berkerja sama dengan pemerintah kabupaten Musi Rawas dalam mengelola dan membenahi, mengembangkan serta membangun seluruh pasilitas-pasilitas di lokasi Goa Napalicin sebagai serana penunjang objek wisata.

Ditambahnya, setelah terpenuhi seluruh pasilitasnya di Goa Napalicin baru kita mepermosikan wisata ini keluar daerah sampai keluar negeri.

Tujuan dipromosikannya wisata goa napalicin adalah memperkenalakan serta menyakinkan kepada wisatanwan baik itu lokal maupun manca negara sehingga mereka akan tertarik untuk datang kelokasi wisata, semangkin banyak wisatawan yang datang semangkin besar devisa diperoleh Negara selain itu juga menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), “Kata gebernur.

Harap gebernur, kepada seluruh masyarakat Kecamatan Ulu Rawas dan jajaran pemerintahan kabupaten Musi Rawas agar menjaga keberadaan hutan dan potensi hutan serta keaslian Goa Napalicin, karena hutan dan goa ini merupakan warisan leluhur kita yang harus dijaga sebab semua ini akan kita wariskan kepada generasi yang datang.

Dilanjutkannya, hutan sangat berperanan dalam menunjang kehidupan manusia, maka itu saya mengajak seluruh masyarakat Sumsel khusunya Ulu Rawas agar menjaga hutan dan goa ini dari kerusakan.

Goa Napalicin bukan namanya hanya dikenal oleh masyarakat Musi Rawas dan Kota Lubuklinggau saja akan tetapi sampai ke Manca negara, khususnya Negeri Belanda. “Pertama kali saya mendengar nama daerah Napalicin dan Goanya di negeri belanda, karena sudah banyak orang eropa khususnya negeri belanda yang pernah datang ke Goa Napalicin, ”Jelas orang nomor satu sumatera selatan.

Untuk menambah asri serta keindah lokasi pariwisata Goa Napalicin, Gubernur dan Bupati serta Wakil Bupati dan Unsur Muspida Pemkab Mura berserta masyarakat melakukan penghijauan disekitar Goa Napalicin dan Das Rawas dengan menaman sebanyak dua ribu bibit pohon, berjenis tanaman yang berkayu keras seperti meranti, tembesu, durian, mahoni secara simbolis, selain itu Gubernur beserta Bupati Musi Rawas juga secara sembolis menyebarkan bibit ikan patin di sungai rawas, bibit ikan yang disebarkan sebanyak dua ribu ekor, dalam acara ini dihadiri ribuan masyarakat Ulu Rawas dan warga setempat.

Selain itu Gebernur Ir H Alex Noedin juga berjanji berjanji kepada masyarakat Ulu Rawas akan meningkatkan jalan ke Napalicin dengan hotmix dan akan memberikan penerangan di kecamatan Ulu Rawas dengan listrik ”Ucap Gubernur.

Dengan adanya dukungan dari gebernur sumatera selatan (sumsel), Bupati Musi Rawas sangat yakin kalau Goa Napalicin akan menjadi icon pariwisata kabupaten Musi Rawas serta menjadi salah satu Icon Pariwisata Sumsel yang dapat di banggakan sehingga Musi Rawas akan sinergi atas dukungan serta promosi yang dilakukan oleh provinsi. “Kata Bupati.

Selama ini usaha Bupati Musi Rawas H Riduan Mukti sudah sangat serius dalam mengembangkan objek Pariwisata yang ada di kabupaten Musi Rawas, menjadi sektor Pariwista menjadi salah satu Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan adanya dukungan dan janji Gebernur Sumatera Selatan Ir Alex Nurdin terhadap perkembangan pariwisata di kabupaten Musi Rawas, H Riduan Mukti Bupati Musi Rawas yakin Goa Napalicin yang berada di kecamatan Ulu Rawas akan salah satu tujuan wisata baik itu local maupun Manca Negara. @Yas/adv.

Selasa, 05 Mei 2009

Musirawas ---- Ratusan Hektar Sawah Terendam




MUSIRAWAS, MI
PENDERITAAN petani di Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan, seakan tiada akhir. Setiap musim tanam, selain mesti berjibaku dengan hama yang tak pernah bosan datang menyerang, di musim hujan mereka juga mesti menelan pahitnya kenyataan, berupa luapan air sungai yang menggenangi sawah. Sebuah ironi dari daerah lumbung pangan.
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan, sepanjang April ini, menyebabkan ratusan hektar sawah terendam. Selain membusukkan akar padi, pascabanjir, petani bakal menghadapi masalah baru, yaitu serangan hama keong emas.
Seperti dialami Darmono, petani di Desa G2 Dwijaya, Tugumulyo. Pada musim tanam kali ini, ia memastikan bakal merugi. Soalnya selain dilanda banjir akibat luapan Sungai Ketupak, tanaman padi seluas satu hektar di lahannya juga mulai digerogoti hama. “Padinya tumbuh kerdil,” keluhnya.
Kejadian serupa juga dialami Juari, warga Dusun I Desa G2 Dwijaya. Akibat banjir dan diserang hama, pada musim panen tahun lalu, dari satu hektar lahannya, hanya menghasilkan tiga karung padi. Sekarang, persoalan ini kembali menimpanya.
Tidak berbeda dengan Darmono dan Juari, Sagiman, petani Desa Sumberkarya, Suku Tengah lakitan (STL) Ulu Terawas, juga mengalami hal serupa. Hujan deras yang mengguyur desanya awal April lalu, menyebabkan Sungai Air Deras meluap dan merendam puluhan hektar sawah di desanya.
Khusus di sawahnya, selama musim tanam kali ini Sugiman mengaku sudah tiga kali menanam. Akibatnya ia kehabisan bibit untuk ditanam. Yang ia rawat saat ini sisa tanaman padi korban banjir. “Kalau keadaan normal, kami bisa menghasilkan 90 karung per hektar,” ujar Sugiman. “Tapi kalau seperti ini, dapat lima karung sudah mujur.”
Keluhan senada juga dilontarkan Juni, warga Dusun I Desa Sumberkarya. Akibat sawahnya terendam air, ia mengalami kerugian Rp 2 juta. Sekarang ia mesti menanam ulang. Itu artinya ia harus menyiapkan dana lagi untuk upah bajak sebesar Rp 600 ribu, upah tanam Rp 25 ribu per hari selama 14 hari, ditambah biaya pupuk dan obat-obatan.
“Apa boleh buat, memang beginilah kenyataannya,” ungkap Juni, sambil mengumpulkan keong emas di sawahnya.
Tidak cukup dengan Darmono, Juari, Sugiman, dan Juni. Harto Suwito, petani Desa Q 2 Wonorejo, Tugumulyo, juga mengalami persoalan serupa. Menurutnya, sejak 8 tahun terakhir, air Sungai Ketuan sering meluap dan merendam ratusan hektar sawah di desanya. Seperti kejadian tahun 2008, banjir yang merendam sawahnya menyebabkan tanaman padi menjadi busuk, dan tidak ada yang dapat dipanen.
Menurut Harto, setiap habis mengalami banjir, petani dipastikan bakal merugi sekitar Rp 1,5 juta, meliputi sewa traktor Rp 500 ribu, ditambah pembelian bibit dan pupuk. “Kalau sudah begini (banjir), kami pasti mengalami gagal panen dan terpaksa membeli beras. Padahal kami ini petani sawah,” ungkap Harto Suwito. “Untung saja kami punya kesibukan lain yaitu menyadap karet, sehingga bisa untuk beli beras.”

Perlu dikeruk
Kejadian banjir dan serangan hama yang kerap menimpa petani di Musirawas, perlu mendapat perhatian serius pihak terkait. Bila tidak, bukan mustahil hal ini menyebabkan petani menjadi jera menanam padi dan berpikir untuk alih profesi. Bila demikian bisa saja terjadi Musirawas yang disebut-sebut sebagai daerah lumbung pangan Sumatera Selatan bakal tinggal cerita.
Menurut Kepala Desa Sumberkarya, Abdul Malik, saat air sungai meluap, yang terendam bukan hanya sawah, melainkan jalan poros di desanya juga ikut terendam. Bila sudah banjir, setidaknya butuh waktu seminggu bagi warga untuk bisa beraktivitas secara normal.
Diterangkan, banjir di desanya akibat pendangkalan Sungai Air Deras. Selain Desa Sumberkarya, luberan Sungai Air Deras juga sampai ke Desa Srimulyo dan Desa Sukakarya. “Kejadian ini sudah kami alami selama empat tahun ini,” kata Abdul Malik.
Mengantisipasi kejadian ini, di Bulan September 2008, Abdul Malik pernah mengajukan usulan pengerukan Sungai Air Deras ke Pemkab Musirawas. Namun walau sudah berupaya mengumpulkan tandatangan masyarakat korban banjir, sampai saat ini usulan Abdul Malik belum terealisasi. “Harapan saya pemerintah mau menguras lumpur yang ada di Sungai Air Deras dan mengganti pintu air yang sudah rusak,” ucapnya.
Sedangkan Kepala Desa Q2 Wonorejo, Sucipto, Senin (20/4) juga mengharapkan hal serupa. Menurutnya, untuk mengatasi masalah banjir, endapan lumpur di Sungai Ketuan perlu dikeruk. Sejak kerap dilanda banjir, Sucipto menerangkan warganya hanya dapat menanam satu kali dalam setahun. Padahal sebelumnya, per dua tahun bisa sampai lima kali tanam. (Imam Koesnadi/Metro Indonesia)

Senin, 04 Mei 2009

Musi Rawas --

DENGAN SEMANGAT HUT KE-66
KABUPATEN MUSIRAWAS MENUJU DARUSALAM



Musirawas, Jayapos news,-
Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan Senin 24/04, Dengan semangat hari jadinya yang ke-66, apa yang telah dicanangkan oleh daerah ini yakni Program Musirawas Darussalam dapat terwujud.
“Untuk mewujudkan program yang mulia ini, Dalam sambutannya bupati H Ridwan Mukti mengatakan, harus mendapat dukungan dari seluruh masyarakat Musirawas serta mensatukan tekad untuk menuju masyarakat yang agamis.
Selain itu juga Bupati Musairawas H Ridwan Mukti sangat menyukuri, bahwa daerah yang dipimpinnya tersebut dikaruniai Tuhan alam yang indah nan subur dan kaya akan hasil tambang serta mineral, potensi ini hanya dimilik beberapa kabupaten di Sumsel.
Dilanjutkanya, Dengan potensi sumber daya alam (SDA) yang kaya telah memikat para investor baik dari dalam maupun luar negeri menginvestasikan dananya kemusirawas, hal itu menjadikan daerah ini sebagai The Exciting of Sumatera (daerah yang memesona di Sumatera).
"Potensi yang ada tersebut sudah mulai ’terasah’ dan ’tergali’, serta mampu menggeliatkan perekonomian Kabupaten Musi Rawas," tegasnya.
“Selama 3,7 tahun dirinya bersama Hj Ratnawati Ibnu Amin memimpin daerah ini, banyak menemui fakta yang sangat memprihatinkan dimasyarakat diantarnya kemiskinan dan ketertinggalan masih banyak dijumpai dibeberapa pedesaan,” Ungkap Ridwan.

"Persoalan sosial-ekonomi ini berawal dari sangat minimnya infrastruktur, seperti jalan, jembatan, air bersih, listrik dan telekomunikasi. Kesemuanya ini mengakibatkan rendahnya akses pelayanan pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat," jelasnya.
Namun semua keluhan dan temuan selama dirinya menjadi pimpinan daerah ini, setahap demi setahap telah teratasi, hal ini dapat dilihat dari berbagai pembangunan infrastruktur yang dilakukan. Dari 21 kecamatan yang membawahi 258 desa dan 19 kelurahan tersebut sudah terhubung satu dengan yang lainnya. Selain mewujudkan kesejahteraan masyarakat Ridwan Mukti juga telah menggagas program pembangunan masyarakat berbasis agraris melalui program agropolitan center dan distrik agropolitan yang dipusatkan di Kecamatan Muara Beliti.
Dalam acara peringatan HUT Musi Rawas ke-66, dihadiri Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin dan beberapa bupati dan walikota se Sumsel, selain itu ada juga tamu dari provinsi lain turut hadir dalam acara tersebut yakni bupati Rejang Lebong, bupati Kepahiang dari Provinsi Bengkulu serta bupati Sarolangun Jambi.
Sementara itu Gubernur Sumsel Alex Noerdin menjelaskan, bahwa Kabupaten ini mengalami suatu kemajuan bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. “Selain itu jika dilihat dari posisi yang strategis tersebut, dirinya berkeyakinan Musi Rawas dapat menjadi gerbang investasi Sumatera Selatan sektor barat,”Ungkapnya.
"Aneka kekayaan alam ini jika dikelola dengan baik akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat banyak. Selain itu sesuai dengan mottonya Musi Rawas the exiting of Sumatera, akan dapat diwujudkan," ujar Alex.
Program penggalian Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di daerah itu, kata Alex sepenuhnya akan di dukung oleh pihak Pemprov Sumsel, dengan merencanakan pembangunan rel kereta api (KA) ganda (daouble track) yang menghubungkan Musi Rawas dengan pelabuhan Samudra Tanjung Api-Api Kabupaten Banyu Asin.
“Mudah-mudahan Agustus nanti sudah dilakukan tender internasional dan kita berharap akan mendapat kontraktor yang mampu mengerjakan proyek ini, “Harap Gubernur. @yas

Selasa, 21 April 2009

Musi Rawas

Menyambut HUT Musi Rawas Ke 66
Pemkab Gelar Pekan Promosi Agrobisnis dan Industri

Musirawas, Jayapos News, SUMSEL
MENYAMBUT hari jadi Kabupaten Musi Rawas ke 66 yang jatuh pada tanggal 20 April 2009, Pemkab Musi rawas mengadakan Acara Pekan Promosi Agrobisnis dan Industri, dikawasan Agropolitan center Kecamatan Muara beliti.
Bertepatan degan hari jadi Pemkab Musi Rawas harap Bupati H Ridwan Mukti, acara tersebut bermanfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk mempromosikan produk-produknya.
Dilanjutkanya, bila usaha-usaha local berkembang dengan baik, akan menjadikan kabuapten ini sebagai pintu gerbang investasi Sumatera Selatan dari sector barat.
Itu semua dikatakan bupati saat melauching Pekan Promosi Agrobisnis dan Industri, di kawasan Agropolitan center, kamis (15/04) kemarin.
Acara ini merupakan ajang promosi, tujuannya untuk mensukseskan program pengembangan Agropolitan yang berbasis Indusitri dan Argobisnis, sehingga tercapainya masyarakat yang makmur dan sejaterah, “Jelas Bupati.
Segenap unsur Muspida, Sekda, asisten dan kadis, kabid, serta kepala badan, camat serta kepala desa sekabupaten Musirawas turut hadir pada acara pembukaan acara tersebut.
Perserta yang ikut dalam acara tersebut selain intansi Pemkab Musirawas, juga diikuti oleh Pihak Perbankan, BUMN, Perusahan Daerah dan para kelompok tani serta pelaku usaha kecil dan mikro, Home industri.
Untuk lebih memeriahkan acara tersebut, diwarnai berbagai macam perlombaan yang diadakan beberapa Intansi yang ada di Pemkab Musirawas yaitu Dinas Pendidikan Nasional mengadakan perlombaan Melukis dan kebersihan di tingkat SD, SLTP,SLTA, sekabupaten Musirawas sedangkan dari dinas Pariwisata mengadakan perlombaan menyanyikan lagu daerah dan dangdut. @yas/adv

Senin, 20 April 2009

RATUSAN MASSA DATANGI KPU TUNTUT PENGHITUNGAN ULANG

Musi Rawas, Sumsel 17/4 (ANTARA)-Ratusan massa dari salah satu kandidat Caleg, Jum'at pagi mendatangi kantor KPU Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan menuntut dilakukannya penghitungan ulang di Dapil II, karena diduga terjadi kecurangan dalam penghitungan suara ditingkat PPK.
Massa yang datang dengan menggunakan kendaraan roda empat dan dua, sekitar pukul 09.00 WIB tumpah ruah dihalaman pagar kantor KPU setempat, namun mereka langsung dibubarkan Kapolres Musi Rawas AKBP Herry Nixon's yang memimpin bawahannya mengamankan kantor tersebut.
Pantauan dilokasi menyebutkan, terlihat aparat dari Polres Musi Rawas ditambah pasukan brimob satuan setingkat kompi (SSK) dari kompi I Petanang, Kota Lubuklinggau, hingga pukul 12.30 WIB situasi dapat dikendalikan. Massa yang bubar akhirnya berkumpul di depan kantor Partai PBR Musi Rawas yang berjarak sekitar 200 meter dari kantor KPU daerah itu.
Untuk menghindari aksi massa susulan pihak polres Musi Rawas, akhirnya menambah pasukan pengamanan yang bertugas disekitar kantor KPU yang terletak di jalan Yos Sudarso, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, dan berada ditengah-tengah Kota Lubuklinggau. Pasukan gabungan ini selain dilengkapi dengan perlengkapan anti huru hara dan persenjataan lengkap, akibatnya keberadaan pasukan ini menjadi perhatian masyarakat yang lalu-lalang dijalan tersebut.
Ketua KPU Musi Rawas, EFriansyah, saat ditemui mengatakan, pihaknya hari itu akan mengadakan rapat pleno penghitungan suara hasil pemilu legislastif 9 April lalu. Untuk tahap pertama pihaknya melakukan pleno penghitungan suara untuk calon anggota DPD-RI, kemudian DPR-RI, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten.
"Siang ini akan kita lakukan pleno untuk perekapan suara dari PPK, akan dimulai dari suara DPD, dan seterusnya DPR-RI, DPRD provinsi dan terakhir DPRD kabupaten," jelasnya.
Keberadaan pasukan dari Polres Musi Rawas, kata dia memang dimintakan untuk mengamankan jalannya proses perekapan suara perolehan pemilu dari masing-masing parpol dan caleg, guna menghindari hal-hal yang tidak di ingini terjadi.@mamad

Minggu, 05 April 2009

Musi Rawas Asli: Musi Rawas : Pemkab Gelar Pelatinan Jurnalistik


Diduga Uang Parkir Di Sunat

Lubuklinggau, Jayapos news,- Sesuai penetapan Pemerintah Kota (pemkot) Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Pendapatan daerah dari sektor uang parkir jalan umum ditargetkan sebesar Rp 500 juta setiap tahunnya. Sejak dikelola oleh Dinas perhubungan (dishub)kota lubuklinggau target yang telah di tetapkan setiap tahunnya selalu tidak tercapai. "Diduga, uang parkir yang dikumpul Dishub disunat.
Ada 200 orang berpropesi sabagai tukang parkir jalan umum di kota lubuklinggau, rata-rata setiap harinya mereka menyetor sebesar Rp 17 ribu sampai Rp 20 ribu kepada pegawai Dinas perhubungan kota lubuklinggau, dari setoran tersebut Dihub kota lubuklinggau dapat mengumpulkan dana kurang lebih sebesar Rp 780 juta pertahun.
Menurut sumber jayapos news yang tidak mau disebutkan namanya lengkapnya Dy (inisial) menjelaskan, Dinas perhubungan Kota Lubuklinggau, setiap harinya dapat mengumpulkan dana sebesar Rp 2,6 juta sampai Rp 3,4 juta dari setorang tukang parkir dijalan umum, kurang lebih ada 200 orang tukang parkir di kota lubuklinggau, rata-rata mereka menyetor uang setiap harinya kepada pegawai Dishub sebesar Rp 17 ribu sampai Rp 20 ribu, "jelasnya.
Dilain tempat Muhajirin, kasi di Dinas pengelohan pendapatan keuangan satu atap kota lubuklinggau mengatakan, Sejak dikelola Dishub pendapatan daerah dari sektor parkir di jalan umum tidak mencapai target yang telah ditetapkan pemerintah kota lubuklinggau sebesar Rp 500 juta setiap tahunnya. "Kalau dilihat dipasar dan sepanjang jalan di kota lubuklinggau, pendapatan daerah dari sektor parkir jalan umum bisa mencapai target tersebut, "katanya.
Pantauwan jayapos news dilapangan, rata-rata tukang parkir di kota lubuklinggau setiap hari menyetor ke pegawai Dishu berpariasi antara Rp 17 ribu sampai Rp 20 ribu. "Medi salah satu parkir di depan Arya Guna menjelaskan, saya menyetor kepada pegawai Dinas Perhubungan Kota Lubuklinggau sebesar Rp12 ribu setiap harinya, Ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Lubuklinggau Drs Hermansyah, saat didatangi kekantor selalu tidak ada ditempat, sampai berita ini naik cetak. @ yas

Musi Rawas : Pemkab Gelar Pelatinan Jurnalistik





Pemerintah Musirawas

Gelar Pelatihan Jurnalis


Aspirasi dan perhatian Pemerintah Musirawas terhadap dunia jurnalis dibuktikan dengan diadakannya pelatihan serta pembinaan bagi insan pers yang bertugas di Musirawas dan Kota Lubuklinggau, acaranya sejak tanggal 27/28 maret yang lalu, dibuka oleh Wabup Hj Ratnawati Ibnu Amin di Ballroom Hotel Hikmaz Taba.

Menurut kepala bagian Humas Pemkab Musirawas H Rudi Irawan tujuan diadakan acara untuk menambah pengetahuan tentang jurnalis sehingga Insan Pers kedepan lebih Profisional lagi.

Dilanjutkannya, sebanyak 40 orang wartawan yang menjadi perserta, baik itu dari media harian local dan nasional serta median mingguan.

“Sebagian besar pengajar dari luar yaitu kabiro Jabar harian Kompas Dedy Muctadi, Irsyad Muchtar Pimpinan Redaksi Majalah PIP, Repel Majalah Gatra Dwitri Waluyo dan Jonet Sirait dari Harian Pelita Jakarta, selain itu nara sumber dari local yakni Wargo Purtanto GM Linggau Intermedia, Slohin ketua PWI Kota Lubuklinggau, “Jelasnya.

Bayak sekali materi yang disampaikan kepada perserta selain pengertian pers Indonesia dan prosfek jurnalis yakni teknik reportase, cara menulis berita dan feature, serta teknik editing dan management berita, “Paparnya. “Setelah selesai acara pelatihan dan pembinaan jurnalis, kita akan mengadakan lomba menulis bagi insan pers, katagorinya bebas, baik itu berita membangun, kriminal dan opini, tulisan yang telah diterbitkan di medianya dapat didaftarkan dalam lomba dengan syarat tulisan tersebut terbit dari tanggal 21 Maret sampai 12 April 2009”.

Dengan diselengarkannya Pelatihan ini Harap Kabag, para insan pers dapat menjalankan pungsinya sebagai social control dan dapat menyebar luaskan informasi tentang daerah Musirawas kelayak ramai.

Acara pelatihan dan pembinaan bagi insan pers, sabtu 28 maret 2009 secara resmi ditutup oleh Asisten III Musirawas H Sulaiman Kohar.

“Dalam sambutannya menjelaskan bahwa peranan Insan pers sangat besar untuk kemajuan suatu daerah, untuk itu kepada insan pers yang ikut pelatihan ini dapat membatu dan mendukung pemerintah Musirawas dalam pembangunan dan perkembangan serta kemajuan daerah ini, “Harapnya. @yas





Musi Rawas Asli : Proyek Jalan Mulya Jaya Mirip "Kubangan Kerbau"

Proyek Jalan Mulya Jaya Mirip

“kumbang Kerbau”

Kalau belum lama ini PATROLI mengakat berita proyek jalan madang kebun kulim yang baru tiga bulan selesai dikerjakan sudah rusak berat, pada hal dana yang dialokasikan terhadap proyek tersebut mencapai miliaran rupiah, kali ini kembali mesoroti adanya kerusakan proyek jalan masih dibawah kendali dinas PU Bina Marga Pemkab Musirawas, tepatnya berada didaerah jalan poros kedesa mulya jaya kecamatan Nibung kabupaten Musirawas melalui pos dana APBD sebesar Rp 500 juta dengan memakai CV Karya Mulya.

Menurut keterangan Bur (45) warga desa setempat kepada PATRLI mengatakan kerusakan jalan didaerahnya ini bias jadi disebabkan beberapa faktor, diantaranya mulai dari pelaksanaan proyek tersebut dikerjakan tidak maksimal, sampai kurang adanya pengawas dari pihak yang terkait saat pelasanaan.

“Kita meminta kiranya peningkatan pengoralan jalan didaerah kami ini dapat dilakukan pembenahan ulang, terutama didaerah kebun sawit yang jalannya mirip dengan ‘Kubangan Kerbau’ akibatnya membuat aktivitas warga desa setempat yang hendak melalui jalan ini menjadi terganggu, “Ujarnya.

Ditambahkannya, mengenai adanya kerusakan jalan ini sudah ada upaya perbaikan secara swadaya masyarakat melalui pihak koperasi desa (KOPDES) menghamburkan koral sebanyak 50 dam truk, dengan harapan setidaknya antisipasi mengurangi terjadi rusaknya jalan sebagai jalur teransportasi masyarakat, “setidaknya sebuah tantangan bagi pemda dan termasuk pihak-pihak yang terkait untuk menyikapi masalah proyek jalan didaerah kami ini, apa benar ini yang namanya proyek pengoralan? Kok saat ini kondisi jalan kayak tidak ada perubahan dan kayak tidak perna disentuh karena kembali seperti sediakala, “Sindirnya.

Ditempat terpisakan, coordinator LSM SUU Herman Suwiran didamping Sekjen Kurniawan saat diminta tanggapanya akhir pecan lalu mengenai seputar pelaksanaan kegiatan proyek jalan didinas PU Bina Marga Kabupaten Musirawas tahun 2008 lalu, mengatakan setidaknya selama ini diperlukan sikap proaktif baik dari dinas maupun pihak yang terkait dan masyarakat agar bersama-sama mengawasi jalannya pelaksanaan proyek tersebut.

“Kita salut langkah Bupati Musirawas Riduan Mukti untuk membangun infastruktur jalan sebagai sarana transportasi yang ada dipelosok pedesaan, bahkan langkah bupati yang satu ini, setidaknya dengan istilah rela bermandi Lumpur untuk melihat hasi perkerjaan proyek yang selesai dilaksanakan, namun sayangnya jeja sang bupati ini kurang ditiru oleh para bawahanya terutama dalam melakukan pengawasan, sehingga banyak proyek jalan yang saat ini mengalami kerusakan disana sini pada hal belum lama diselesaikan, “Jelasnya.

Lebih lanjut pria yang getol menyuarakan aspirasi rakyat ini meminta kepada pihak yang berkompenten untuk turun kelapangan dan mengambil tindakan tegas, jika menemukan proyek yan janggal dikerjakan terutama terhadap oknum dinas PU Bina Marga yang nakal dan terkesan hanya menghambur-hamburkan dan ratusan juta dan miliyaran rupiah, namun hasil yang dicapai tidaklah memadai, “Jangan sampai program Bupati Musirawas yang ingin membawa perubahan besar dimata masyarakat hanya sekedar menjadi slogan, mari kita tekadkan dan jangan hanya diam alias penonton setia saja, “Ungkap herman.

“Memang benar proyek itu milik salah satu oknum DPRD Kabupaten Musirawas berinisial FIR (PAW), dan kita suda mensurati bersangkutan agar melakukan upaya perbaikan ulang dan pihaknya tadi sudah kita kontak dan pihaknya siap melakukan upaya perbaikan jalan mulya jaya walau tersebut kendati dengan sisa 5% sebagai dana pemiliharaan, “Tuturnya.

Namun saat ditanya apakah sisa dana ini bakal mencukupi yang hanya tinggal 5%? Menurut Saf’an, hal itu merupakan resiko dari rekanan, walaupun nantinya sisa dana tersebut tidak mencukupi, ya silakan saja itu adalah hak dari kontraktor kok, seraya menjelaskan masalah proyek jalan yang berada di kebun kulim, dimana saat ini alat berat sudah diturunkan untuk melakukan perbaikan ulang, “muda-mudahan dalam waktu mereka turun memperbaiki jalan yang rusak tersebut yang saat ini sudah dilakukan pemortalan, “Ungkapnya. Gus-PATROLI

Minggu, 29 Maret 2009

Diduga, Pengerjaan Proyek PUBM TA 2008 Tidak sesuai Bestek

Musi Rawas, SK
Tahun Anggaran 2008 yang lalu Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Kab. Mura) menganggarkan dana sebesar Rp 11.806.483.000,- untuk Proyek Peningkatan Jalan Lubuk Besar Giriyoso, Tambangan Gunung Kembang Lama, Gunung Kembang Baru dan Kembang Tanjung di Kecamatan TPK (Tiang Pumpung Kepungut), Jaya Loka dan Kecamatan BTS Ulu, Kab. Mura, Sumatera Selatan.
Proyek ini dibawah koordinasi Dinas PUBM (Pekerjaan Umum Bina Marga) pengerjaannya meliputi ; ATB, Pengoralan dan Rehab Jembatan Besi. Diduga, hasil pengerjaan pada Rehab Jembatan Besi tidak sesuai Bestek (Besaran Teknis) yang tertuang dalam (Rencana Anggaran Belanja) RAB. Untuk Rehab Berat Jembatan Besi mengahabiskan dana APBD dari anggaran diatas sebesar Rp 365.908.867.54
Seharusnya, panjang Rehab Berat Jembatan Besi tersebut 8 meter dan lebarnya 4 namun, yang ada dilapangan panjangnya hanya 5 meter dan lebarnya hanya 3 meter. Inplementasi dari anggaran tersebut tidak sesuai dengan besaran teknis.
Hal diatas dikatakan, Rudi A.Sp Tanjung selaku Angota Tim Investigasi LP3R (Lembaga Pemantau Pembangunan dan Peduli Rakyat). Dikatakan Rudi, “Sebenarnya, Rehab berat jembatan besi tersebut panjangnya 8 meter dan lebar 4 meter, namun kenyataan 6yang ada dilapangan fisiknya tidak sesuai dengan Bestek, panjangnya hanya 5 meter dan lebaranya hanya 3 meter, ” kata Rudi sembari berharap supaya pihak berwenang mengusut dugaan kekurangan volume pada proyek miliaran rupiah ini.
Sementara itu Ardi Irawan , ST selaku PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) beberapa kali hendak di konfirmasi selalu tidak ada ditempat. Di upayakan dihubungi melalui ponselnya selau tidak diangkat dan dikonfirmasi lewat sms juga tidak di balas.
Menangapi dugaan kekurangan volume pekerjaan pada Proyek Peningkatan Jalan Lubuk Besar Giriyoso, Tambangan Gunung Kembang Lama, Gunung Kembang Baru dan Kembang Tanjung di Kecamatan TPK (Tiang Pumpung Kepungut), Jaya Loka dan Kecamatan BTS Ulu ini Ketua LSM Ratu (Rawas Bersatu) Lukman Abas, SH kepada SK mengatakan, “Dugaan, pengurangan volume kegiatan ini akan kita laporkan ke kejaksan Tinggi di Palembang,” kata Lukman saat di hubungi melalui ponselnya.
Masih kata Lukman, proyek yang dikerjakan oleh PT. Purnama Sari ini, saat ini pihaknya sedang mengumpulkan data. Dan akan mengajak Bapak Rudi A.Sp Tanjung selaku Anggota Tim Investigasi LP3R untuk bersama-sama melaporkan dugaan kasus penyalagunaan wewenang, sesuai dengan Pasal 423 KUHP tentang Penyalagunaan wewenag yang berbunyi, seseorang pejabat secara melawan hukum dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain, maka akan dikenakan pidana enam tahun penjara. ” Ujar Lukman ● Abuhasan Azhari

Jumat, 27 Maret 2009

Musi Rawas Menuju Sentra Buah-buahan

MUSI RAWAS, SK.
Secara administratif Kabupaten Musi Rawas (Kab. Mura), Sumatera Selatan (Sumsel) terdiri dari 21 Kecamatan dan 263 desa/kelurahan. Dengan luas wilayah 1.236.582,66 Ha. Tingkat produksi tanaman Durian berkisar 6513 ton per tahun dari luas areal panen 447 Ha.
Letak Kab. Mura, Sumsel sangat strategis, karena dilalui Jalur Lintas Sumatera, yaitu jalur darat yang menghubungkan Bakauheni di Lampung dengan Banda Aceh, serta Jalan Lintas Provinsi yang menghubungkan Kota Palembang dengan Provinsi Bengkulu.
Untuk menempuh Provinsi Sumsel (Kota Palembang) dari Kab. Mura ada dua alternatif. Pertama, melalui Jalan Lintas Sumatera yang akan melewati Kabupaten Empat Lawang, Lahat, Muara Enim dengan jarak tempuh kurang lebih 10 jam. Alternatif kedua perjalanan cukup singkat (Jalan pintas) yaitu melalui Kabupaten Musi Bayu Asin (Muba) jarak tempuhnya kurang lebih 6 jam.
Tanaman Holtikultura jenis buah-buahan merupakan salah satu komuditas utama yang dihasilkan petani di Kab. Mura yang cukup menjanjikan dan komersial untuk dipasarkan, karena permintaan konsumen cukup tinggi terutama terhadap komoditas unggulan seperti Durian, duku, jeruk, rambutan dan al pukat.
Saat musim panen tiba, tepatnya di Ibu Kota Kab. Mura yaitu Beliti yang saat ini sedang berlangsung Pembangunan Agropolitan Center yang kelak akan menjadi Gerbang Kota Modern, sepanjang Jalan Lintas Sumatera itu berjejer keranjang para petani menjual hasil tanaman holtikultura yang di sebut oleh masyarakat asli Musi Rawas diyan yang berarti Durian.
Tingkat produksi tanaman Durian berkisar 6513 ton per tahun dari luas areal panen 447 Ha. Harganya pun cukup menjanjikan yaitu Rp. 9.000 sampai Rp. 25.000 per buah. Memasuki musim hujan komuditas holtikultura jenis Duku dan Rambutan pun datang mengiringi kepergian saudaranya Durian.
Tak heran ketika tumbuhan holtikultura dengan luas wilayah tanaman buah-buahan 5000 Ha menjadi kebanggaan sekaligus sumber mata pencarian masyarakat Kab. Mura, Sumsel, selain komuditas perkebunan seperti karet dan kelapa sawit.
Sebagai gambaran kondisi pertanaman buah-buahan di Kab. Mura pada tahun 2008 (Lihat Tabel).
Ditahun yang sama, Dinas Tanaman Holtikultura merealisasikan penambahan jumlah luas areal pertanaman buah-buahan antara lain ; Durian sebanyak 342 Ha, Duku 82 Ha, Jeruk, 7,5 Ha, Rambutan 46 Ha, Manggis 31 Ha, Sawo 30 Ha, Cempedak 46 Ha, Lengkeng 15 Ha, Sukun 15 Ha, Melinjo 16 Ha dan Nenas 12,5 Ha.
Untuk mendukung Visi Kab. Mura, “Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian daerah berbasis Agraris.” Maka, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kab. Mura, Sumsel mewujudkannya dengan melakukan kegiatan yang membantu masyarakat. Selain memberikan bibit unggul, Petani juga mengikuti pelatihan untuk meningkatkan sumber daya petani holtikultura khususnya.
Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kab. Mura, Sumsel dibawah koordinasi H. Abdul Muis bm Bakub, SP, MM setiap tahun melaksanakan pengembangan kualitas serta kuantitas tanaman buah-buahan sehingga mampu menjadi buah-buahan berkualitas tingkat nasional/Standar Nasional Indonesia (SNI).
Tahun Anggaran 2009 salah satu Program Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kab। Mura akan memperluas areal tanaman buah-buahan rakyat dengan cara memberikan bibit unggul untuk petani, lebih jelasnya (Lihat tabel).
Gambaran kondisi pertanaman buah-buahan di Kabupaten Musi Rawas pada Tahun 2008



Sedangkan pada tahun 2009 ini akan dikembangkan tanaman buah-buahan sebagai berikut:


NO
JENIS TANAMAN
LUAS TANAM (HA)
KETERANGAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Durian
Duku
Lengkeng
Manggis
Al pukat
Sawo
Nangka
Nenas
110
100
60
100
80
80
75
5

Diruang kerjanya, Tohirin, SP selaku Kepala Bidang (Kabid) Produksi Holtikultura kepada SK mengatakan, “Kondisi tanaman buah-buahan ini akan terus dikembangkan dan senantiasa diperbaiki untuk menghasilkan buah-buahan segar yang berkualitas tinggi dan dapat memenuhi minat konsumen dan siap bersaing di tingkat nasional,” Kata Tohirin.
Dijelaskannya, Kab. Mura memiliki potensi pengembangan tanaman buah-buahan yang cukup luas yaitu 5000 Ha yang tersebar di 21 kecamatan. Melalui konsep agropolitan, maka potensi ini akan kita kembangkan secara bertahap. Sehingga pada tahun 2014 kita sudah mampu menghasilkan buah-buahan yang melimpah dan dapat memasarkannya secara regional, nasional dan tidak menutup kemungkinan secara internasional.
“Apa lagi kalau sudah terbukanya Terminal Peti Kemas yang langsung menghubungkan dengan pelabuhan Tanjung Api-api di Palembang. Pemerintah Kab. Mura memiliki komitmen yang kuat untuk membangun kawasan agropolitan,” papar Tohirin serius.
Menurut Kabid Produksi Holtikultura, prioritas utama sebagai etalase adalah tanaman buah-buahan dengan harapan buah-buahan Musi Rawas dapat menjadi duta promosi untuk memperkenalkan daerah Kab. Mura, serta menarik minat masyarakat luar daerah untuk berkunjung/singgah ke Bumi Silampari nan cindo ini.
Dikatakan Tohirin, “Dengan demikian komoditas buah-buahan dapat memberikan kontribusi pendapatan bagi petani, serta dapat membangkitkan gairah agribisnis buah-buahan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Musi Rawas.”Ujarnya
Dalam kesempatan ini kata Tohirin, Bupati mengajak masyarakat Kabupaten Musi Rawas supaya memelihra tanaman bibit unggul yang sudah diberikan, karenanya pemerintah memeberikan bantuan bibit unggul tanpa pamrih, itu semua diberikan untuk menunaikan Visi Kab. Mura.
Dijelaskan Tohirin, bibit yang diberikan hasilnya untuk petani itu sendiri, jadi alangkah baiknya bantuan bibit unggul dari Pemerintah di pelihara sampai memetik hasilnya. “Toh, lepas dari kepentingan petani untuk mengenjot hasil produksi, menanam pohon itu ibadah yang merupakan wujud dari Program Pemerintah Kab. Mura yaitu Mura Darusalam,” demikian Tohirin.
Sementara itu Masyarakat yang mendapatakan bantuan bibit unggul jenis durian, al pukat, sawo, rambutan dan manggis mengaku sangat bangga, karena sudah mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Musi Rawas dalam hal ini H. Ridwan Mukti. ● ADV/ABUHASAN AZHARI

Kamis, 19 Maret 2009

Kader PPP dan Golkar Tuntut Bupati Segera Proses PAW

Musi Rawas, Kamis(19/03) Puluhan Kader dari Partai PPP dan Golkar Kabupaten Musi Rawas(Mura), Sumatera Selatan, mengadakan aksi damai di depan kantor DPRD dan bupati Mura,dalam aksi tersebut para massa partai menuntut segera dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) dewan.
Massa partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dikoordinir oleh Ade Indra Chaniago berorasi didepan kantor bupati, sedangkan dari partai golkar yang dikoordinir loeh Aris langsung mendatangi kantor DPRD Mura dan langsung di temui oleh ketua DPRD HA Karim AR serta wakil ketua Achmad Bastarie dan Sekwan HM Isa Sigit, menuntut segera di lakukan pergantian PAW anggota dewan yang pindah atau loncat pagar kepartai lain.
Dihadapan massa golkar Ketua DPRD Musi Rawas HA Karim AR mengatakan, bahwa berkas atas nama Ganhdy Asar sebagai PAW Syamsul Bahri sudah dikirim surat kepada gubernur Sumsel untuk meminta agar segera dilakukan pergantian PAW.
Dilanjutkannya, dia sudah tahu kalau bulan April nanti PAW anggota DPR seluruh Indonesia tidak ada lagi, untuk itu pihaknya sudah sangat aspiratif dalam usul yang disampaikan oleh masing-masing parpol kepada pihak dewan.
Berkas PAW untuk DPR dan KPU sudah selesai, hanya tinggal pihak ekskutif yang meneruskannya. "Dikatakanya, kami sangat kecewa kepada anggota dewan yang di PAW tidak bersipat Jentelmen untuk segera mengundurkanb diri sebagai dewan.
Dihadapan Massa Golkar Ketua DPRD Mura Menolak permintaan kader golkar untuk memfasilitasi mereka guna menemui bupati Mura, dikarenakan pihak dewan sudah melakukan proses verifikasi sekarang hanya menunggu rekomendasi dari pimpinan daerah ini.
Sementara itu bupati Musi Rawas H Ridwan Mukti yang menerima rombongan massa PPP dan partai Golkar.
Dalam pertemuan itu bupati menjelaskan, untuk saat ini pihaknya sedang mempelajari seluruh berkas calon PAW anggota DPRD Mura.
Dikatakan oleh Bupati, bahwa rekomendasi yang akan dikeluarkannya untuk saat ini tidak dapat dilakukan dengan cepat, disebabkan adanya surat dari Mendagri yang memerintahkan para kepala daerah untuk tidak mengambil keputusan yang dapat menghambat jalannya Pemilu, selain itu juga bupati menerima surat dari Kapolri dan Mahkamah Agung, tentang perihal yang sama guna menjaga ketertiban dan keamanan menjelang datangnya pemilu tahun ini.
Bupati berjanji, Pergantian PAW akan dilakukan pada hari tenang pemilu atau sesudah pemilu 2009, namun akan kita usahakan dipercepat.
Setelah mendengar pernyataan dan janji Bupati Musi Rawas H Riduan Mukti, dari kedua massa membubarkan diri namun sebelum mebubarkan diri massa juga berjanji akan datang lagi bila tidak dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) Dewan.

Senin, 16 Maret 2009

Kadis Perkebunan Yakin PPTK Tidak Terjerat Hukum

Musi Rawas, Kepala Dinas Perkebunan Musi Rawas (Mura) Ir jauhari Aswan Den sangat yakin bawahannya yang bernama Kamil Petugas Pelaksana Teknik Kegitan (PPTK) tidak terjerat hukum atas perkerjaan proyek yang tidak sesuai dengan bestek.
Salah satu proyek yang dikerjakan diduga tidak sesuai dengan bestek yakni pengerjaan proyek pengoralan lokasi penampungan karet rakyat (pool karet) di Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, yang menelan biaya APBD Musi Rawas tahun 2008
sebesar Rp 87.992.000.
Kepala Dinas Perkebunan Musi Rawas Ir Jauhari Aswan Den saat ditemui Jaya Pos pekan lalu mengaku mengetahui, kalau proyek pengoralan pool karet yang dikerjakan oleh CV Bintang Utama tersebut akan menimblkan suatu permasalahan yang cukup serius.
"Untuk itu saya telah menyiasati agar PPTK tidak terjerat hukum atas proyek tersebut," tambahnya.
Dilanjutkannya, dirinya sangat yakni kalau anak buahnya yang bernama Kamil, PPTK kegiatan proyek pengoralan pool karet Selangit tidak akan terjerat permasalahan hukum, baik itu kurungan badan maupun lainnya.
Kadinas Perkebunan Musi Rawas merasa kegiatan yang ada di dinasnya selalu diintai dan dibidik-bidik oleh wartawan dan LSM yang ada di daerah itu.
Beberapa waktu lalu wakil bupati Musi Rawas Hj Ratnawati Ibnu Amin, pada saat melantik pejabat di pemkab Musi Rawas perna mewanti-wanti para kepala dinas dan instansi yang ada dijajaran Pemkab Musi Rawas untuk menjalankan tugas dan pekrjaannya secara sungguh-sungguh dan memiliki rasa tanggung jawab, untuk membawa daerah itu lebih baik lagi. Namun hal nampaknya belum dilakukan jajaran dinas perkebunan Musi Rawas, seperti yang ditunjukkan sang kepala dinas kepada bawahannya dalam pengerjaan proyek pengoralan pool karet Selangit.

Proyek Bernilai Rp 4 M, Telah Rusak Berat

Musi Rawas, - Proyek senilai Rp 4 miliar lebih, di Dinas Perkerjaan Umum (DPU) Bina Marga Kabupaten Musi Rawas (Mura), Sumsel, diduga pengerjaannya tidak sesuai dengan bestek, sepanjang jalan telah terjadi kerusakan dimana-mana, retak, berlobang dan bergelombang.
Salah satu contoh proyek yang rusak yaitu Proyek Peningkatan jalan Megang Sakti-Bamasco (Benai), Kecamatan Megang Sakti dengan nilai dana Rp 4.213.053.150 (setelah perubahan), dengan taraget 100 persen dan sasaran kegitan ATB (Asphalt Treated Base ) panjang 8 Km dan lebar 3,5 meter, sumber dana APBD, dikerjakan oleh PT Purnama Asri Lestari (PAL).
Pantauan Jaya Pos dilapangan proyek yang dikerjakan PT PAL (rekanan), mengalami kerusakan yang cukup parah, sepanjang jalan ABT banyak di temukan jalan yang telah retak, bergelombang dan berlubang. "Diduga, akibat tidak dilakukan pengerukan lumpur dan mertakan lubang, sebelum melakukan pemadatan koral dan penyiraman aspal curah, sebagaimana mestinya proyek peningkatanan jalan.
Laporan PT PAL ke Dinas Pengerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Musi Rawas, proyek peningkatan Jalan megang sakti-Basmasco telah selesai 100 persen.
"Proyek peningkatan jalan ini belum layak dikatakan 100 persen, karena sepanjang jalan banyak lubang dan retak Dimana-mana, "kata Joni, warga Desa Benai, Kecamatan Megang Sakti, sambil menambahkan semestinya pengerjaan proyek penikatan jalan ini sepanjang 8 km dan lebar 3,5 m kok dikerjakan sepanjang ini, dengan dana sebesar itu hasilnya beratakan begini.
Dilain tempat Ardianto selaku PPTK di Dinas PU BM Mura mengatakan, Proyek peningkatan Jalan Benai-Bamasco fisiknya sudah selesai 100 persen dan pencairan keuangannya baru 95 persen, 5 persennya dana untuk jaminan pemeliharaan, dengan volume pekerjaaan panjang 5,2 km, lebar 3,5 meter dan ketebalan ATB 4 cm dengan jumlah dana Rp 4 Miliar lebih.
Ardianto membantah kalau proyek peningkatan jalan tersebut menurut RAP sepanjang 8 km. Karena panjang 8 km itu merukan jarak jalan dari simpang Megang Sakti sekunder menuju Bamasco tembus Simpang Semambang dan yang benar kata dia adalah 4,8 km.
"Yang benar 4,8 Km itu benar, karena efisiensi pengurangan dana proyek akhir oktober 2008 sebesar 5 persen terjadi Contract Change Order (CCO). Mengenai jalan yang rusak, berlubang dan bergelombang akan kita benari, masa pemeliharaannya sampai bulan Mei 2009," ujar Ardianto sembari mengatakan dirinya tahu sumber wartawan karena dia sudah dihubungi beberapa kali.
Sementara itu Abu Kosim selaku pengawas lapangan dan atau pengawas interen (PI) dari Dinas PU Bina Marga tidak dapat di hubungi, selaku pengawas tidak menjalankan tupoksi dengan efektif, efisien dan akuntabel. Lemahnya fungsi Pengawas Interen terbukti masih banyak dijumpai proyek kegiatan fisik yang baru selesai dikerjakan namun telah rusak.

Jumat, 10 Oktober 2008

Musi Rawas Asli : KPU Musi Rawas Potong Dana Tenda

Musi Rawas,
Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia diselengarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provensi Masing-masing Daerah, sesuai dengan Undang-undang Pemilu No. Tahun 2004 Pasal yang berbunyi “setiap Penyelengaran Kepala Daerah Baik itu Gebernur, bupati dan wali Kota di selengarakan oleh KPU Provensi ”
Pada tanggal 14 September 2008 yang lalu dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilgub) sumatera selatan oleh KPU Sumsel. Ada dua kandidat yang maju sebagai cagub dan wagub, pasangan Alex Nurdin (Aldy) dengan Nomor Urut 1 sedangkan rivalnya Sahrial Oesman (Sohe) dengan Nomor urut 2.
Pelaksanan Pemilukada di sumatera selatan menelan biaya cukup bersar, seluruh anggaran (Biaya) pelaksanan pemilukada sumsel telah ditetapkan oleh KPU Sumsel berdasarkan keputusan No.
Dana untuk tenda juga telah ditetapkan oleh KPU Sumatera Selatan sebesar Rp. 500 ribu per TPS di setiap kabuapten, diduga dana tenda Per TPS yang ditetapkan oleh KPU sumsel di warnai dengan pemotongan (disunat). wan (inisial) salah satu panitia Pilgub katanya “saya tidak tau kalau dana tenda yang ditetap oleh KPU sumsel sebesar Rp. 500 ribu karena saya hanya menerima uang sebesar Rp. 300 ribu itu untuk biaya tenda, kursi dan konsumsi”
“kata Ti, “jadi dana yang kami terimah sebesar Rp 250 ribu sampai dengan Rp.300 ribu ini tidak sesuai dengan keputusan KPU Sumsel jadi KPU Musi Rawas melakukan pemotongan Dana Tenda sebesaar 30 persen sampai 50 persen” unjarnya.
Dana tenda yang telah dianggarkan KPU Sumsel untuk Kabupaten Musi Rawas 1871 Tps di kali Rp.500.000 totalnya sebesar Rp.933.500.000,- dari 21 kecamatan sekabupaten Musi Rawas. Pemotongan dana tenda yang mencapai 30 persen samapi 50 persen tersebut negara yang dirugikan sebesar Rp. 374.200.000,- itu baru dana tenda saja, belum ditambah dengan dana konsumsi yang tidak disalurkan oleh KPU Musi Rawas.
Anggota KPU Musi Rawas Mengakui Pemotongan Dana Tenda PILGUB Sumsel
Ungkap” Yulian salah satu anggota KPU Mura mengatakan bahwa dana tenda 500 Ribu benar tetapi hanya diatas kertas. Beliau juga menegaskan bahwa dana tenada yang disampaikan kepada panitia penyelengara pemilu sebesar 180 s/d 250 Ribu saja, dari pemotongan tersebut gunanya untuk di ahlikan untuk dana konsumsi paniria perTPS, keterangan yang disampaikan oleh Yulian juga didengar oleh ketua KPU Kabupaten.@Yas